Jumat, 16 Mei 2014

Pengertian dan Peran Mikoriza

Menurut Imas et al., (1989) dalam Patriyasari (2006), menjelaskan bahwa mikoriza merupakan suatu bentuk hubungan simbiosis mutualisme antara jamur (mykes) dan perakaran (rhiza) tumbuhan tingkat tinggi. Simbiosis mutualisme yang berlangsung antara mikoriza dengan tanaman inang dimana tanaman inang dapat menyediakan fotosintat untuk mikoriza sebagai sumber energi, sedangkan mikoriza mensuplai mineral-mineral anorganik yang berasal dari tanah untuk tanaman inang.
          Berdasarkan atas terbentuk atau tidak terbentuknya selubung jaringan hifa jamur pada akar, maka pada amumnya mikoriza dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu ektomikoriza, endomikoriza, dan ektendomikoriza. Ektomikoriza yaitu struktur yang terjadi karena asosiasi jamur mikoriza dan akar tumbuhan, sehingga pada permukaan akar tumbuhan terbentuk selubung jaringan hifa jamur. Hampir semua akar tumbuhan yang terifeksi jamur pembentuk ektomikoriza membengkak dan bercabang-cabang seperti karang dengan warna putih hingga cokelat. Endomikoriza adalah struktur yang terjadi karena asosiasi jamur mikoriza dengan akar tumbuhan. Jamur berkembang hanya di dalam sel-sel korteks akar dan tidak terbentuk selubung jalinan hifa jamur pada akar. Sedangkan Ektendomikoriza adalah asosiasi jamur mikoriza yang jalinan hifanya terbentuk di dalam dan di luar jaringan akar (Indriyanto, 2010).
          Mikoriza memiliki banyak sekali peranan dalam budidaya hutan (Kuswanto (1990) dalam Indriyanto (2010)). Peranan mikoriza itu diuraikan sebagai berikut.
a)    Mikoriza berperan dalam meningkatkan penyerapan unsur hara. Hal itu disebabkan oleh struktur mikoriza yang membentuk luas permukaan akar lebih besar sehingga akar tanaman mempunyai kemampuan menyerap unsur hara lebih tinggi;
b)   Mikoriza berperan dalam meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan patogen akar. Hal itu dikarenakan antibiotik yang dihasilkan jamur selama bersimbiosis dengan akar tanaman dapat melemahkan bahkan mematikan bakteri, virus, dan jamur yang bersifat patogen;
c)    Mikoriza berperan dalam meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan atau kekurangan air pada musim kemarau. Hal itu dikarenakan pada akar tanaman bermikoriza memiliki miselium yang dapat menjangkau air tanah yang ketersediaannya sangat terbatas;
d)   Mikoriza berperan dalam menghasilkan zat pengatur tumbuh nabati. Jamur pembentuk mikoriza dapat menghasilkan hormon nabati, seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, serta menghasilkan vitamin yang dapat mempercepat pertumbuhan organ-organ tanaman. Selain itu, dengan dihasilkannya hormon-hormon tumbuh nabati menyebabkan akar tidak cepat mengalami penuaan sehingga fungsinya dalam penyerapan unsur hara dan zat-zat terlarut lainnya dapat berjalan terus;
e)    Mikoriza berperan dalam memperbaiki struktur tanah, karena miselium yang ada di bagian luar akar tanaman dapat menyelimuti butir-butir tanah. Miselium yang menyelimuti butir-butir tanah menghasilkan gel polisakarida sehingga dapat meningkatkan stabilitas agregat tanah.


di koment ya

1 komentar:

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???