KEBUN JATI

Terletak di Desa Talaga Kecamatan Dampelas, dengan Luas 7 ha.

PANTAI BAMBARANO

Pantai berkarang indah ini terletak di Desa Sabang kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.

JEMBATAN PONULELE

Jembatan Kebanggan warga Palu ini berada diwilayah pantai talise menuju arah donggala.

TANJUNG KARANG

salah satu objek wisata pantai, yang terletak di ujung pantai Donggala, dengan suasana pantai yang terasa nyaman.

situs Tadulako dan Pokekea

situs sejarah ini berada di lembah Besoa, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah..

Rabu, 18 Desember 2013

Cara membuat pupuk bokashi dari kuliat buah-buahan


Pupuk bokashi merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara fermentasi. Bahan baku pupuk bokashi terdiri dari sisa tanaman, kotoran ternak, sampah dapur atau campuran material organik lainnya. Pupuk bokashi dibuat dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme efektif (EM4) sebagai dekomposernya.

Bokashi dipopulerkan pertamakali di Jepang sebagai pupuk organik yang bisa dibuat dengan cepat dan efektif. Terminologi bokashi diambil dari istilah bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Sedangkan EM4 merupakan jenis mikroorganisme dekomposer untuk membuat pupuk bokashi. EM4 dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang.

Proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat dari pengomposan konvensional. Bokashi sudah siap dijadikan pupuk dalam tempo 1-14 hari sejak dibuat, tergantung dari bahan baku dan metode yang digunakan. Membuat bokashi sangat mudah, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga maupun skala pertanian yang lebih besar. Berikut ini kami jelaskan tahap-tahapnya.

Menyiapkan mikroorganisme dekomposer (EM4)

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat pupuk bokashi adalah menyiapkan mikroorganisme dekomposernya. Salah satu dekomposer bokashi yang paling populer adalah EM4. Larutan EM4 terdiri dari mikroorganisme yang diisolasi secara khusus untuk menguraikan sampah organik dengan cepat. Mikroorganisme yang terkandung dalam EM4 terdiri dari bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp), Actinomycetes dan ragi.

EM4 dijual dipasaran dalam bentuk cairan kental yang telah dikemas dalam berbagai ukuran. Untuk membuat dekomposer bokashi, kita cukup mengencerkan cairan tersebut dan mencampurkannya dengan bahan baku bokashi. Selain membelinya, kita juga bisa membuat cairan mikroorganisme efektif (EM) sendiri. Berikut langkah-langkahnya:
  • Siapkan bahan-bahan berikut: pepaya dan kulitnya 0,5 kg, pisang dan kulitnya 0,5 kg, nenas dan kulitnya 0,5 kg, kacang panjang segar 0,25 kg, sayuran hijau (kangkung/bayam) 0,25 kg, gula pasir 1kg dan ragi tape 5 butir.
  • Campur pepaya, nenas, pisang, kacang panjang dan sayuran dan lumatkan bahan-bahan tersebut dengan blender.
  • Masukkan bahan-bahan yang telah dilumat kedalam ember yang ada penutupnya. Lalu tambahkan 1 liter air, gula pasir dan ragi tape. Aduk perlahan hingga merata. Kemudian tutup ember dengan rapat, diamkan selama 7 hari.
  • Setelah tujuh hari akan terbentuk cairan berwarna coklat gelap. Saring cairan tersebut, air hasil saringan merupakan larutan efektif mikroorganisme (EM) yang bisa dijadikan dekomposer pupuk bokashi. Simpan cairan dalam wadah/botol. Larutan EM bisa dipakai hingga 6 bulan, sedangkan ampasnya bisa digunakan sebagai kompos.


Jumat, 13 Desember 2013

Kumpulan Walpaper dekstop keren HD

Salam blogger, kali ini forester untad blog akan membagikab beberapa gambar walpaper dakstop yang keren abis dengan ukuran HD sehingga gambar terlihat real saat digunakan, bagi yang berminat tinggal save aja yah.











Rabu, 11 Desember 2013

video angin tornado menghantam bali

video

Angin Tornado mengamuk di kawasan Kuta. Angin bergerak dengan cepat dan bergulung dengan hebat. “Angin Tornado bergulung-gulung,” kata seorang warga bernama Ronny, Rabu 11 Desember 2013.

Kala angin Tornado mengamuk, Ronny sedang berada di sebuah supermarket bernama Papaya Kuta, Bali. “Banyak warga yang menyaksikan angin hitam bergulung itu jalan cepat sekali. Semua kendaraan berhenti. Sepertinya angin bergerak ke arah Glogor Carik dan Sesetan. Angin bergulung dan membumbung di angkasa,” kata pecinta Klub Persija Jakarta itu.

Belum diketahui apakah angin tersebut merusak bangunan dan rumah yang dilaluinya. Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Wayan Suardana, mengaku belum mengetahui hal itu. “Saya sedang di luar. Mohon hubungi ke kantor,” saran dia.

Hari ini, Pulau Bali diselimuti awan hitam tebal. Hujan turun disertai petir menggelegar. Hujan dan awan hitam utamanya menggelayut di atas wilayah Kuta dan sekitarnya. Selanjutnya angin bergerak ke arah pemogan, denpasar 
 

Selasa, 10 Desember 2013

Tinjauan Pustaka tentang Vegetasi Hutan

Oleh : Rahmat Hidayat

Vegetasi  yaitu  kumpulan  dari  beberapa  jenis  tumbuhan  yang  tumbuh bersama-sama  pada  satu  tempat  di  mana  antara  individu-individu  penyusunnya terdapat interaksi yang erat, baik di antara tumbuh-tumbuhan maupun dengan hewanhewan yang hidup dalam vegetasi dan lingkungan tersebut. Dengan kata lain, vegetasi tidak  hanya  kumpulan  dari  individu-individu  tumbuhan melainkan membentuk  suatu kesatuan di mana individu-individunya saling tergantung satu sama lain, yang disebut sebagai suatu komunitas tumbuh-tumbuhan (Soerianegara dan Indrawan, 1978) dalam Bakri (2009).
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Marsono, 1977).
            Menurut Kartasapoetra (1987), adanya vegetasi penutup tanaman yang baik seperti rumput yang tebal dan hutan yang lebat dapat menghilangkan pengaruh topografi terhadap erosi. Tanaman yang menutup permukaan tanaman secara rapat tidak saja memperlambat limpasan, namun dapat juga menghambat partikel tanah.
            Perakaran tanaman berperan penting sebagai pemantap agregat dan memperbesar prioritas tanah, akar juga berfungsi menggenggam massa tanah sehingga mempengaruhi nilai daya geser tanah. Dengan demikian tanah yang memiliki perakaran tanaman yang baik disalah satu sisi kemampuan meneruskan air kelapisan bawah tinggi. Disisi lain ketahanan tanah terhadap perusakan oleh air tinggi pula.
Penanaman vegetasi rapat dan bertingkat dalam hal ini selain mengurangi kekuatan jatuhan air hujan (melalui lapisan tajuknya yang bertingkat) dan menurunkan kecepatan aliran air permukaan keberadaan vegetasi memperbesar infiltrasi tanah. Manfaat lainnya adalah bahwa sistem perakaran vegetasi dan tambahan unsur organik tanah seresah vegetasi yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga pada gilirannya akan menurunkan sifat erodibilitas tanah.
Adanya vegetasi ini dapat pula mencegah proses terjadinya tanah longsor, terutama di daerah dengan kemiringan lereng dan pinggir-pinggir sungai, keadaan ini dimungkinkan karena sistem perakaran vegetasi dapat berfungsi sebagai jangkar yang akan mempertahankan agregat tanah pada tempatnya dan mengurangi kelembaban tanah melalui mekanisme evantranspirasi.
Faktor tanaman juga sangat berpengaruh karena sebagai penutup lahan (vegetasi) yang memiliki sifat melindungi tanah dari timpaan keras oleh titik-titik curah hujan dipermukaan tanah, selain itu dapat pula memperbaiki susunan tanah dengan bantuan akar-akarnya yang menyebar.


Tinjauan pustaka Keaneka Ragaman Hayati

oleh : Rahmat Hidayat


Keanekaragaman hayati merupakan varibilitas antar mahluk hidup dari semua sumber daya, termasuk di daratan, ekosistem perairan dan kompleks ekologis termasuk juga keanekaragaman dalam spesies di antara spesies dan ekosistemnya. Sepuluh persen (10%) dari ekosistem alam berupa suaka alam, suaka marga satwa,taman nasional, hutan lindung dan sebagian lagi untuk kepentingan budidaya plasma nutfah yang dialokasikan sebagai kawasan yang dapat memberi perlindungan bagi keanekaragaman hayati (Indriyanto 2006).

            Diversitas atau keanekaragaman merupakan suatu keragaman diantara anggota suatu komunitas (Supriatno, 2001 dalam Yulian 2010). Menurut Resosoedarmo dkk (1984) dalam Yulian (2010), keanekaragaman kecil terdapat pada komunitas yang ada di daerah dengan lingkungan yang ekstrim, seperti daerah kering, tanah miskin, dan pegunungan tinggi. Sementara itu keanekaragaman tinggi terdapat di daerah dengan lingkungan optimum. 

            Keanekaragaman hayati, baik secara langsung atau tidak, sangat berperan dalam kehidupan manusia berupa sandang, pangan, papan, obat-obatan, wisata, pengembangan ilmu pengetahuan dll. Peran lain dari keanekaragaman hayati yang tidak kalah pentingnya adalah dapat mengatur proses ekologis sistem penyangga kehidupan termasuk menghasilkan oksigen, mencegah pencemaran udara dan air, mencegah banjir, erosi dan longsor, dan menunjang keseimbangan hubungan pemangsa dan yang dimangsa dalam bentuk pengendalian hama alami   (Wardah, 2008)

Suatu daerah yang didominansi oleh hanya jenis-jenis tertentu saja, maka daerah tersebut dikatakan memiliki keanekaragaman jenis yang rendah. Keanekaragaman jenis yang tinggi menunjukan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas yang tinggi, karena di dalam komunitas itu terjadi interaksi antara jenis yang tinggi. Lebih lanjut dikatakan, keanekaragaman merupakan ciri dari suatu komunitas terutama dikaitkan dengan jumlah individu tiap jenis pada komunitas tersebut. Keanekaragaman jenis menyatakan suatu ukuran yang menggambarkan variasi jenis tumbuhan dari suatu komunitas yang dipengaruhi oleh jumlah jenis dan kelimpahan relatif dari setiap jenis (Latifah, 2004 dalam Yulian 2010).

Apa Perbedaan Hutan dan Kehutanan ?

Oleh : Rahmat Hidayat



Hutan adalah masyarakat tetumbuhan yang dikuasai atau dominasi oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan (Soerianegara dan Indrawan, 1982 dalam Indriyanto 2006). Selanjutnya, Arief (1994) dalam Indriyanto (2006), menyatakan hutan adalah masyarakat tetumbuhan dan binatang yang hidup dalam lapisan dipermukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan, serta membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan dinamis. 

 Sedangkan 

 Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu (UUD No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan).