KEBUN JATI

Terletak di Desa Talaga Kecamatan Dampelas, dengan Luas 7 ha.

PANTAI BAMBARANO

Pantai berkarang indah ini terletak di Desa Sabang kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.

JEMBATAN PONULELE

Jembatan Kebanggan warga Palu ini berada diwilayah pantai talise menuju arah donggala.

TANJUNG KARANG

salah satu objek wisata pantai, yang terletak di ujung pantai Donggala, dengan suasana pantai yang terasa nyaman.

situs Tadulako dan Pokekea

situs sejarah ini berada di lembah Besoa, Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah..

Senin, 25 November 2013

Makalah kondisi pendidikan di Indonesia pada PJP 1


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapanpun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Dikatakan demikian, karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan perdaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif dalam segala bidang kehidupan.
Bagi bangsa indonesia krisis multidimensi membawa hikmah dan pelajaran yang luar biasa besarnya, yang pasti bangsa ini dapat menatap dan membangun masa depan dengan semangat yang lebih optimis. Masa lampau memperjelas pemahaman kita tentang masa kini. Sistem pendidikan yang kita kenal sekarang adalah hasil perkembanagan pendidikan yang tumbuh dalam sejarah pengalaman bangsa kita.
Pada masa yang telah lewat, dunia pendidikan terus berubah. Kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat terus menerus berubah, apalagi di dalam dunia terbuka, yaitu di dalam dunia modern dalam era globalisasi. Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar. Tinjauan terhadap standardisasi dan kompetensi untuk meningkatkan mutu pendidikan akhirnya membawa kita dalam pengungkapan adanya bahaya yang tersembunyi yaitu, kemungkinan adanya pendidikan terkekung oleh standar kompetensi saja sehingga kehilangan makna tujuan pendidikan tersebut.
Untuk itu penulis mengangkat judul kondisi pendidikan di Indonesia.
1.2. tujuan
Untuk mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia pada zaman PJP I(1969-1993)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda  pembangunan  nasional.  Pembangunan  pendidikan sangat  penting karena  perannya  yang  signifikan  dalam  mencapai  kemajuan  di  berbagai bidang  kehidupan:  sosial,  ekonomi,  politik,  dan  budaya.  Karena  itu, Pemerintah  berkewajiban  untuk  memenuhi  hak  setiap  warga  negara  dalam memperoleh  layanan  pendidikan  guna  meningkatkan  kualitas  hidup  bangsa Indonesia  sebagaimana  diamanatkan  oleh  UUD  1945,  yang  mewajibkan Pemerintah  bertanggung  jawab  dalam  mencerdaskan  kehidupan  bangsa  dan menciptakan  kesejahteraan  umum. 
Pendidikan  menjadi  landasan  kuat  yang diperlukan  untuk  meraih  kemajuan  bangsa  di  masa  depan,  bahkan  lebih penting  lagi  sebagai  bekal  dalam  menghadapi  era  global  yang  sarat  dengan persaingan  antarbangsa  yang  berlangsung  sangat  ketat.  Dengan  demikian, pendidikan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi karena ia merupakan faktor determinan bagi suatu bangsa untuk bias memenangi kompetisi global. Sejak  tahun  1984,  pemerintah  Indonesia  secara  formal  telah mengupayakan  pemerataan  pendidikan  Sekolah  Dasar,  dilanjutkan  dengan wajib belajar pendidikan sembilan tahun mulai tahun1994.
Upaya-upaya ini nampaknya  lebih  mengacu  pada  perluasan  kesempatan  untuk  memperoleh pendidikan  (dimensi  equality  of  access).  Di  samping  itu  pada  tahapan selanjutnya  pemberian  program  beasiswa  (dimensi  equality  of  survival) menjadi  upaya  yang  cukup  mendapat  perhatian  dengan  mendorong keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Program beasiswa  ini  semakin  intensif  ketika  terjadi  krisis ekonomi,  dan  dewasa  ini dengan  Program  BOS  untuk  Pendidikan  dasar.  Hal  ini  menunjukan  bahwa pemerataan  pendidikan  menuntut  pendanaan  yang  cukup besar  tidak  hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas tapi juga pemeliharaan siswa agar tetap bertahan mengikuti pendidikan di sekolah. Garis-garis  Besar  Haluan  Negara  (GBHN)  Tahun  1999-2004  (TAP MPR  No.  IV/MPR/1999)  mengamanatkan,  antara  lain: 
1) mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi  bagi  seluruh  rakyat  Indonesia  menuju  terciptanya  manusia  Indonesia yang  berkualitas  tinggi  dengan  peningkatan  anggaran pendidikan  secara berarti, 
2)  meningkatkan  mutu  lembaga  pendidikan  yang  diselenggarakan baik  oleh  masyarakat  maupun  pemerintah  untuk  menetapkan  sistem pendidikan  yang  efektif  dan  efisien  dalam  menghadapi  perkembangan  ilmu pengetahuan, teknologi, olah raga dan seni. Sejalan  dengan  UU  No.  20  Tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan Nasional,  pasal  5  ayat  (1)  menyatakan  bahwa  “Setiap warga  negara mempunyai  hak  yang  sama  untuk  memperoleh  pendidikan yang  bermutu”, dan pasal 11, ayat (1) menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan  layanan  dan  kemudahan,  serta  menjamin  terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”. Undang-Undang  Dasar  (UUD)  1945  mengamanatkan  bahwa  setiap warga  negara  berhak  mendapatkan  pendidikan  guna  meningkatkan  kualitas dan  kesejahteraan  hidupnya. 
Para  pendiri  bangsa  meyakini  bahwa peningkatan  taraf  pendidikan  merupakan  salah  satu  kunci  utama  mencapai tujuan negara yakni bukan saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menciptakan  kesejahteraan  umum  dan  melaksanakan  ketertiban  dunia. Pendidikan  mempunyai  peranan  penting  dan  strategis  dalam  pembangunan bangsa  serta  memberi  kontribusi  signifikan  terhadap pertumbuhan  ekonomi dan transformasi sosial.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Kondisi Pendidikan Pada Pjp 1 : 1969-1993
Pembangunan jangka panjang pertama, meliputi lima pelita, yaitu pelita I-V yang dimulai pada tahun 1969/1970 hingga tahun 1993/1994 atau 25 tahun. Selama kurun tersebut, pendidikan Indonesia mengalami banyak bahan dan kemajuan
1.UU tentang sistem pendidikan nasional
Dalam rangka membangun sistem pendidikan nasional yang mantap keberadaan UU no 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional ( UU SPN) merupakan acuan penting yang patut di catat UU SPN yang disahkan pada tanggal 27 Maret 1989 mengatur berbagai aspek dan bidang pendidikan, yaitu dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan, hak warga negara dalam pendidikan, satuan, jalur, jenis, dan jenjang pendidikan, serta didik, tenaga kependidikan, sumber daya pendidikan, peran serta masyarakat, badan pertimbangan pendidikan nasional (BPPN), pengelolaan, pengawasan, dilengkapi ketentuan pidana dan ketentuan peralihan, jadi cakupannya cukup konferensif.
2.Taman Kanak-Kanak
Sejak pelita I hingga akhir pelita V, pendidikan di TK mengalami perkembangan yang cukup mengesankan yang di tandai oleh kenaikan jumlah anak didik, guru, dan sekolah. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat khususnya orang tua semakin menyadari akan pentingnya pendidikan prasekolah sebagai wahana untuk menyiapkan anak dalam segi sikap, pengetahuan, dan keterampilan guna memasuki sekolah dasar.


3.Pendidikan Dasar
Prestasi yang sangat mengesankan yang di capai selama pembangunan jangka panjang pertama(PJP I) ialah melonjakan jumlah peserta didik pada sekolah dasar (SD) madrasah IBTIDAYAH (MI) yang merupakan penggal pertama pendidikan dasar 9 tahun. Namun, keberhasilan yang dicapai tersebut masih di hadapkan pada berbagai kendala, antara lain masih tingginya angka putus sekolah dan angka tinggal kelas. Mutu pendidikan tingkat SD belum begitu tinggi disamping terdapat keragaman yang luas pada mutu pendidikan antara sekolah-sekolah yang berada pada lokasi geografis yang berbeda-beda.
Pada tingkat SLTP, untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia hingga minimal berpendidikan SLTP maka pada tanggal 2 Mei 1994 program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun di canangkan.
4.Pendidikan Menengah
Pada jenjang SLTA, selama PJP I terjadi kenaikaan yang luar biasa pada jumlah siswa, yaitu dari 0,7 juta pada awal tahun pelita I menjadi 4,1 juta siswa. Persoalan yang menonjol pada SLTA umum selama pelita V adalah tentang mutu lulusan yang terutama di ukur dari kesiapan untuk memasuki jenjang pendididkan tinggi. Perbedaan ini mengakibatkan akses keperguruan tinggi yang memiliki reportasi yang baik, menjadi tidak merata pula. Dalam kenyataan, hanya sebagian kecil lulusan SMK yang benar-benar memiliki persiapan untuk kerja. Hal ini terjadi karena sistem pendidikan SMK selama ini belum sepenuhnya relevan dengan dunia kerja. Di SMK, tantangan utama yang diihadapi pelita V adalah peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.


5. Pendidikan Tinggi
Baik PTN maupun PTS sama-sama menghadapi tantangan mengenai masih rendahnya proporsi mahasiswa yang mempelajari bidang teknologi dan MIPA ( Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ), sementara sebagian besar mahasiswa berada pada jurusan/progam studi ilmu-ilmu sosial dan pendidikan. Pembangunan nasional banyak memerlukan lulusan bidang MIPA dan tekologi.
Masih tingginya jumlah mahasiswa yang lambat dalam menyelesaikan studi merupakan tantangan lain yang dihadapi. Hai ini menunjukan bahwa efesiensi eksternal atau (relevansi) yang merupakan tantangan besar. Itulah sebabnya, peningkatan relevansi merupakan prioritas dalam pengembangan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
6. Pendidikan Luar Sekolah
Selama pelita V, di perkirakan sebanyak 5,3 juta warga masyarakat telah dibebaskan dari buta huruf. Hasilnya adalah semakin menurunnya jumlah masyarakat yang buta huruf.
7.Tantangan ,kendala dan peluang
Ada sejumlah tantangan yang di hadapi oleh pembangunan pendidikan Indonesia pada masa-masa selanjutnya, yaitu :
(a) Belum mempunyai pendidikan mengimbangi perubahan struktur ekonomi dari pertanian tradisional ke indrustri dan jasa,
(b) Masih rendahnya relevansi pendidikan,
(c) Masih rendah dan belum meratanya mutu pendidikan,
(d) Masih tingginya angka putus sekolah dan tinggal kelas yang mengakibatkan ketidakstabilan dalam penyelenggaraan pendidikan,
(e) Masih banyaknya kelompok untuk 10 tahun keatas yang buta huruf,
(f) Masih kurangnya peran serta dunia usaha dalam pendidikan. Ada kendala yang dihadapi dalam peningkatan kinerja pendidikan nasional, yaitu:
(a) Dari pihak masyarakat, kendala tersebut adalah kemiskinan dan keterbelakangan yang berkaitan dengan masih rendah nya penghargaan akan pendidikan pada sebagian kelompok masyarakat,
(b) Terbatasnya jumlah guru yang bermutu disamping penyebarannya yang tidak merata,
(c) Terbatasnya sarana prasarana, dan
(d) Manajemen sistem pendidikan yang belum secara terarah menuju peningkatan mutu,relevansi,dan efesiensi pendidikan Adapun peluang yang dimiliki oleh pendidikan nasional adalah:
(a) Keberhasilan wajib belajar 6 tahun yang memberikan landasan bagi pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun
(b) Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan ,
(c) Semakin luasnya sarana komunikasi,
(d) Semakin tersebar luasnya lembaga pendidikan negeri maupun swasta,
(e) Adanya UU no 2/1989 tentang sistem pendidikan nasional yang memberikan landasan yang kokoh bagi pendidikan nasional.
Dalam rangka menciptakan sistem pendidikan nasional yang mantap, berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional, serta mampu menjawab tantangan masa kin dan masa depan, pendidikan nasional dewasa ini terus ditata dan dikembangkan dengan meberikan prioritas pada aspek-aspek yang dipandang strategis bagi masa depan bangsa. Prioritas tersebut adalah pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang bersamaan dengan peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi pada semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Selama kurun waktu pelita I-V, pendidikan Indonesia mengalami banyak bahan dan kemajuan, semakin mantapnya sistem pendidikan nasional dengan disahkannya Undang-undang nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta sejumlah Peraturan Pemerintah yang menyertainya.
4.2. Saran
            Dengan adanya makalah ini diharapkan kepada pembaca mengetahui sejarah pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan hingga saat ini. Sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan nasional serta mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan.





jenis-jenis burung paling berbahaya didunia

 
Burung kasowari atau cassowary bird, pernah dengar? Inilah burung paling berbahaya di dunia. Indah tapi galaknya minta ampun, dan sangat agresif. Karena itu kasowari tidak dibiarkan bebas, para pengunjung yang ingin melihat diberi jarak, karena binatang ini begitu pemarah dan tak segan-segan mengejar ‘korbannya’.

Guinness World Record memasukkan kasowari dalam catatan rekornya sebagai burung paling berbahaya di dunia. Biasanya burung unik ini hidup di hutan-hutan hujan di kwasan Australia dan Papua New Guinea.
 
Casuarius adalah salah satu dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Genus ini terdiri dari tiga spesies Kasuari yang berukuran sangat besar dan tidak dapat terbang.
Daerah sebaran ketiga spesies ini adalah di hutan tropis dan pegunungan di pulau Irian. Kasuari Gelambir-ganda adalah satu-satunya spesies burung Kasuari yang terdapat di Australia.

Kasuari diperlengkapi tanduk di atas kepalanya, yang membantu burung ini sewaktu berjalan di habitatnya di hutan yang lebat. Selain tanduk dikepalanya, Kasuari mempunyai kaki yang sangat kuat dan berkuku tajam. Burung betina biasanya berukuran lebih besar dan berwarna lebih terang daripada jantan.
Kasowari termasuk dalam daftar binatang yang paling sulit dipelihara di kebon binatang. Pasalnya burung pemarah ini kerap membuat pawangnya cidera. Burung yang sangat sulit dikendalikan. Lihat saja salah satu foto ini bagaimana sang pawang harus berjuang mati-matian dari amukan kasowari. Dan, katanya, kalo kasowari marah, dia bisa menjadi sangat kejam dan tak kenal ampun..

suku-suku bangsa yang suka memodifikasi bagian tubuhnya

forester untad blog Meruncingkan Gigi, memperpanjang telinga, Bibir Piring, Gelang leher jerapah dan Tambal Hidung adalah kecantikan bagi suku mereka. Itulah mengapa modifikasi tubuh ini lebih banyak dilakukan oleh wanita daripada pria. Tapi apapun mode modifikasi tubuh saat ini, semua itu telah dilakukan sebelumnya oleh suku-suku di seluruh dunia, seringkali selama ratusan tahun.

Suku Mursi
www.anehdidunia.com

Suku Mursi atau Murzu adalah penggembala ternak yang hidup nomaden di Ethiopia dekat dengan perbatasan Sudan, salah satu daerah di negara itu yang paling terisolasi. Populasi suku Mursi saat ini diperkirakan 6000 samapai 10.000. Para wanita suku mursi mengenakan piring yang dipakaikan pada bibir bawah mulutnya. Sahabat anehdidunia.com pemakaian piring ini adalah sebagai tanda bagi daya tahan, kedewasaan dan kecantikan diantara wanita suku mursi. Semakin besar dan indah piring yang terselip di bibir, maka wanita tersebut semakin tinggi staminanya, semakin kaya dan semakin cantik. Bagaimana mereka makan denga bibir seperti itu? Yang jelas di suku ini mungkin tidak dikenal cium bibir 

Suku Rikbaktsa
www.anehdidunia.com

Rikbaktsa adalah kelompok etnis yang hidup di hutan hujan Amazon Brasil wilayah Mato Grosso. Mereka juga kadang-kadang disebut Orelhas de Pau ("Telinga kayu") karena kebiasaan pria suku itu memakai kepingan kayu di telinga mereka agar memanjang.

Pemuda pemuda tanggung Rikbaktsa akan menindik telinga mereka selama perayaan ritual pada usia 14 atau 15 tahun ketika mereka mampu berburu hewan besar dan tahu tentang upacara-upacara tradisional. Ritual ini menandai transisi pemuda itu menjadi dewasa dan kelayakan untuk menikah dengan mengganti nama mereka saat kecil menjadi nama dewasa yang baru. Suku Rikbaktsa saat ini hanya memiliki 909 anggota dan ritual perpanjangan telinga tidak diikuti lagi di kalangan pria muda.

Suku Dayak
http://3.bp.blogspot.com/-CuCWNtVboJM/TxdgTo5hIsI/AAAAAAAAMTo/DwQuu80na2Y/s1600/2.jpg

Tradisi memanjangkan telinga dalam mode lain juga dilakukan oleh suku Dayak. Dan yang masih melakukannya hingga kini adalah suku Dayak Kenyah, Bahau dan Kayan di Kalimantan Timur. Di kalangan orang Dayak Kenyah, baik laki-laki maupun perempuan memiliki daun telinga yang sengaja dipanjangkan, akan tetapi panjangnya antara laki laki dan perempuan berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan telinganya sampai melebihi bahunya, sedang kaum perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada.

Proses penindikan daun telinga ini sendiri dimulai sejak masa kanak-kanak, yaitu sejak berusia satu tahun. Kemudian setiap tahunnya mereka menambahkan satu buah anting atau subang perak. Anting atau subang perak yang dipakai pun berbeda-beda, gaya anting yang berbeda-beda ini menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Seperti misalnya kaum bangsawan memiliki gaya anting sendiri yang tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa. Sedangkan menurut penduduk Dayak Kenyah, pemanjangan daun telinga di kalangan masyarakat Dayak secara tradisional berfungsi sebagai penanda identitas kemanusiaan mereka.

Di Abad 21 ini sudah sedikit masarakat Dayak yang masih memiliki daun telinga yang panjang, itupun kebanyakan para manula yang berusia di atas 60 tahun.

Suku Apatani
www.anehdidunia.com

Arunachal Pradesh, salah satu dari "Seven Sister", di timur laut India yang adalah daerah terpencil namun kaya akan budaya budaya suku. Tradisi tradisi disana masih melekat dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Salah satu suku yang paling menarik adalah Apatani.

Suku Apatani tinggal di lembah Ziro di negara bagian Arunachal Pradesh di India timur laut. Wanita-wanita suku Apatani dianggap adalah wanita-wanita paling cantik di antara suku Arunachal; sampai begitu cantiknya, sehingga mereka harus membuat diri mereka terlihat tidak menarik sebagai perlindungan dari suku suku lain yang memperebutkan mereka. Oleh karena itu, wanita Apatani memakai colokan kayu besar di hidung mereka, namun tradisi ini tidak lagi dilakukan oleh generasi muda mereka. Saat ini suku apatani berjumlah sekitar 26.000.

Suku Kayan
http://1.bp.blogspot.com/-BzF6zf1nhZo/TxdgXlcJPeI/AAAAAAAAMTw/ds7Lvw2VQ8s/s1600/3.jpg

Suku Kayan adalah etnis Tibet-Burman yang minoritas di Myanmar dan terkenal dengan kumparan kuningan yang perempuan suku tersebut pakai di leher mereka, memperpanjang mereka untuk proporsi yang tidak biasa. Sahabat anehdidunia.com karena konflik dengan rezim militer, suku Kayan banyak meninggalkan Myanmar di akhir 1980-an dan awal 1990-an dan hijrah ke Thailand, di mana leher panjang perempuan Kayan telah menjadi obyek wisata.

Kumparan/Gelang kuningan ditempatkan di sekitar leher anak perempuan ketika mereka berusia sekitar lima tahun. Setiap kumparan kemudian diganti dengan yang lebih panjang. Leher sebenarnya tidak diperpanjang, namun lebih karena berat kumparan kuningan mendorong tulang selangka turun dan menekan tulang rusuk. Setelah dipakaikan di leher, kumparan tidak akan dilepas kecuali jika tiba saatnya untuk menggantinya dengan yang lebih panjang

Ketika ditanya tentang tujuan atau keuntungan dari modifikasi tubuh seperti itu, jawaban wanita Kayan akan mengacu pada alasan identitas budaya dan kecantikan. Para antropolog telah lama berspekulasi tentang tujuan yang tepat dari kumparan kuningan ini. Dan muncullah teori teori mereka mengenai tujuan adat pemakaian kumparan kuningan ini,
1. agar lebih menarik
2. agar tidak menarik
3. agar mencegah harimau untuk menerkam
4. agar melambangkan naga (figur penting dari cerita rakyat Kayan)
Dalam beberapa tahun terakhir, perempuan muda sudah mulai mengeluarkan gulungan.

Suku Bagobo
http://3.bp.blogspot.com/-13G_pEybGrs/TxdgZYa7NpI/AAAAAAAAMT4/g7ciZonNiw4/s1600/4.jpg

Meruncingkan gigi adalah bentuk modifikasi tubuh yang sangat menyakitkan dimana perempuan dari beberapa suku di Asia Selatan telah melakukannya selama bertahun-tahun. Hal hal seperti ini dianggap yang paling utama saat dianggap sebagai kecantikan. Para wanita suku Bagobo di Mindanao, pulau paling timur Filipina, harus menghabiskan banyak waktunya untuk meruncingkan giginya dengan cara dipahat dengan bambu dan kayu...

Suku Mentawai
http://3.bp.blogspot.com/-aKcN042GnsA/TxdgOxt2a3I/AAAAAAAAMTY/7E6YJli2z9E/s1600/5.jpg

Suku Mentawai adalah penghuni asli Kepulauan Mentawai. Sebagaimana suku Nias dan suku Enggano, mereka adalah pendukung budaya Proto-Melayu yang menetap di Kepulauan Nusantara sebelah barat. Daerah hunian warga Mentawai, selain di Mentawai juga di Kepulauan Pagai Utara dan Pagai Selatan. Suku ini dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari belum mengenal bercocok tanam. Tradisi yang khas adalah penggunaan tato di sekujur tubuh, yang terkait dengan peran dan status sosial penggunanya.
Pakaian utama untuk pria adalah cawat dan mereka dihiasi dengan kalung dan bunga di rambut dan telinga mereka. Wanita memakai hal yang sama kecuali mereka mengenakan sepotong kain yang dililitkan di sekitar pinggang. Wanita mengenakan rompi kecil dan mereka mempertajam gigi dengan sebuah alat pahat untuk alasan estetika yaitu membuat gigi terlihat seperti ikan hiu. Tato dilakukan dengan jarum dan kayu yang menggedor jarum.

Laki-laki berburu babi hutan, rusa dan primata. Perempuan dan anak-anak mengumpulkan ubi liar dan makanan dari hutan lainnya. Hewan-hewan kecil yang diburu oleh wanita.Suku Mentawai memelihara babi, anjing, monyet dan kadang-kadang ayam sebagai hewan peliharaan.

Di bawah ini video dari seorang peneliti Inggris yang mengunjungi suku Mentawai di Indonesia untuk mempelajari lebih lanjut tentang ritual tubuh seperti tato dan peruncingan gigi. Ketika ditanya bagaimana dan mengapa para wanita suku mentawai menahan rasa sakit yang kadang sampai berhari-hari, jawabannya adalah sederhana: KECANTIKAN.

potret gadis pedalaman zibabwe

berikut ini adalah potret kehidupan gadis-gadis pedalaman zimbabwe, jangan lihat dari sisi negatif yah kawan.. tapi lihatlah dari sisi positifnya, semakin banyak kita mengetahui kehidupan suku bangsa lain mak semakin luas wawasan kita miliki..

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

Zimbabwe dengan Gadis Pedalamannya [Khusus Dewasa]

10 suku bangsa yang masih sangat primitif

Hamparan bumi yang luas ini memang banyak dihuni dan ditinggali oleh beragam suku dan ras, ada yang telah diketahui keberadaannya dan ada pula yang masih sebatas jejak-jejaknya saja. Dan walaupun ada yang telah diketahui, suku tersebut sulit untuk diajak berhubungan dengan dunia luar, untuk bertukar informasi dan budaya. Sahabat www.anehdidunia.com suku-suku yang kebanyakan menolak bersentuhan dengan dunia luar tentunya memiliki alasan tertentu akan sikapnya tersebut, salah satunya adalah menjaga kawasan dan cagar budayanya. Seperti yang dilakukan oleh 10 suku pribumi berikut ini:


1. Sentinelese

http://anehdidunia.com

Para media massa menyebut mereka sebagai suku yang paling tertutup (isolasi) di dunia. Mereka tinggal di sebuah pulau bernama Pulau Sentinel dan diperkirakan telah meninggali kawasan tersebut hampir selama 60.000 tahun. Pada tahun 2004 keberadaan mereka dinyatakan berbahaya, karena menghuni daerah yang menjadi pusat terjadinya tsunami dan jika tetap bertahan Suku Sentinel terancam punah. Berbagai upaya pertolongan telah dilakukan oleh banyak pihak, namun masyarakat Suku Sentinel menolak bahkan mulai mengarahkan panahnya terhadap orang-orang yang menawarkan bantuan. Pada tahun 2006 dilaporkan, mereka telah membunuh dua orang nelayan yang sedang berlabuh di pulau mereka, akibatnya dikeluarkanlah sebuah larangan mendekat sejarak 5 Km dari Pulau Sentinel sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan, eksploitasi dan penularan penyakit.


2. Yanomami


Suku Yamomani, merupakan masyarakat pribumi yang menghuni hutan Amazon di sebelah utara Brasil, berbatasan dengan wilayah Venezuela. Karena keberadaan Suku Yanomami istimewa, kemudian berikan sebuah wilayah tinggal yang tetap oleh pemerintah Brasil pada 1992. Namun walaupun telah diberikan lahan untuk tinggal yang aman, mereka masih terlihat menghuni kawasan Amazon di tahuh 2011. Keberadaan mereka pun memicu pertikaian antara kaum pendatang yang mengeruk dan mencari emas di sebuah kawasan mereka. Bahkan terjadi peningkatan kekerasan dan penularan penyakit sebesar 20% semenjak mereka berhubungan dengan masyarakat luar, dalam kurun waktu tujuh tahun.


3. Awa

http://1.bp.blogspot.com/-l0rxM4NkvsE/UDjCnEP_pgI/AAAAAAAABDM/Z3zb0AG1lA8/s1600/awa+guaja+1+(kaskus.co.id).jpg

Hutan amazon yang terbentang luas, tentunya tidak saja ditinggali oleh Suku Yamomami, melainkan masih ada puluhan suku lain yang juga menghuni dan menjaga Hutan Amazon. Salah satu suku lainnya adalah Suku Awa, salah satu masyarakat asli Amazon yang populasi semakin sedikit dan terancam punah. Dikabarkan pada abad ke-19 mereka menyerang para pendatang yang mencoba mengeksploitasi hutan mereka. Dan hingga sekarang pun mereka masih berbuat demikian, mereka menyerang siapapun yang tidak bersahabat terhadap mereka dan Hutan Amazon. Diperkirakan saat ini terdapat sekitar 355 populasi Suku Awa yang menghuni kawasan Hutan Amazon


4. Suku Pano dilect (Peru/Brasil)


Keberadaan mereka sangat sulit dilacak, hingga pada 2008 sebuah satelit luar angkasa berhasil menemukan dan memotret mereka di kawasan selatan perbatasan antara Peru dan Brasil. Pemerintah Brasil enggan mendekati dan menyentuh mereka, karena khawatir akan merusakan tatanan kehidupan dan bahkan membuat mereka terancam oleh pembaharuan. Suku Pano dilect ini tinggal di empat bangunan besar dengan atap jerami, kehidupan mereka diwarnai oleh kegiatan berladang jagung, pisang dan kacang-kacangan.


5. Suku Ruc


Wow, ternyata tidak hanya di kawasan Hutan Amazon saja yang banyak ditinggali oleh suku/komunitas pribumi. Di sebuah hutan yang membentang dari Laos hingga Vietnam ternyata ditinggali oleh suku istimewa yang dikenal dengan nama Suku Ruc. Mereka hidup di wilayah hutan lebat dan pegunungan, bahkan karena saking tertutupnya hutan yang mereka tinggali, diduga tidak berpenghuni sejak 11 juta tahun lalu. Suku Ruc hidup dengan cara berburu.


6. Suku Carabayo


Suku Carabayo merupakan komunitas pribumi Amazon yang masuk ke dalam wilayah Kolombia, mereka pun salah satu suku pribumi yang menolak bersinggungan dengan pihak asing. Suku Carabayo saat ini dikabarkan memiliki populasi sebanyak 1590 orang, dan mereka tinggal bersama di dalam tiga rumah besar.



7. Suku Nanti


Satu-satunya kontak yang tercatat terjadi pada 2010, dan hal ini terekam melalui sebuah foto. Suku Nanti merupakan suku Pribumi yang meninggali wilayah Amazon Peru, kehidupan mereka saat ini terancam oleh berbagai penyakit, namun demikian mereka masih menolak untuk mendapatkan dan berhubungan dengan pihak asing.


8. Orang yang Hidup di Dalam Lubang


Dikabarkan ada seorang manusia yang tinggal sendirian di dalam lebatnya Hutan Amazon. Ia adalah satu-satunya yang selamat dan hidup di antara anggota suku yang lain, sangat disayangkan tidak ada informasi yang jelas mengenai dari mana sukunya berasal. Ia disebut sebagai manusia lubang karena hidup di dalam lubang dan berburu binatang dengan cara menjebak melalui lubang yang ia gali.
Ia menggali lubang sedalam enam kaki. Sebuah usaha kontak telah dilakukan, namun ia menolak dan meluncurkan anak panahnya.


9. Suku Korubo


Sebanyak tujuh orang anggota Suku Korubo telah menerima sebuah kontak dengan pihak asing. Kontak tersebut terekam oleh sebuah film yang dibuat pada 1996, untuk kali pertama. Namun kontak yang mereka lakukan bukanlah bersifat positif, mereka membunuh para penebang pohon sebagai aksi balas dendam dan ketidak senangan mereka terhadap pihak asing yang masuk ke dalam wilayahnya. Akibatnya mereka hingga sekarang menolak dan selalu menjaga wilayah mereka dari usaha orang asing yang mencoba masuk ke dalam hutan mereka.


10. Suku Ayoreo


Suku Ayoreo disebut-sebut sebagai suku terakhir yang menghuni Amazon bagian selatan, dan mereka sangat tertutup untuk menerima kontak dari pihak luar. Mereka tidak memiliki budaya tulisan. Pernah suatu ketika mereka dipaksa untuk keluar dari wilayahnya pada 1969, namun mereka bersikeras untuk bertahan hidup di wilayah aslinya. Mereka bahkan mencoba untuk membunuh siapapun yang masuk ke dalam wilayahnya. Sebuah Perusahaan Brasil bernama Yaguarety Pora dikabarkan memiliki lahan seluas 79.000 hektare yang masuk ke dalam wilayah Suku Ayoreo, namun mereka terancam tidak bisa mengolah lahan seluas itu karena adanya pertentangan dari Suku Ayoreo.

Sabtu, 23 November 2013

foto polwan narsis bag. 2

FORESTER UNTAD BLOG . Kali ini saya akan membagikan beberapa foto seorang POLWAN atas nama Eka permatasari kelahiran 7 April 1993. walaopun usianya masih muda tapi dia sudah mengabdikan dirinya untuk negara tercinta. berikut juga beberapa foto masa lalunya sebelum dia terangkat menjadi anggota polwan. foto-foto nya cantik-cantik loh,, langsung dicek aja yah..




  
bagaimana..?? cantik kan..??

foto POLWAN cantik narsis depan kamera

FORESTER UNTAD BLOG .. Polwan juga manusia !! mungkin ini kata yang cocok untuk mengomentari beberapa foto dibawah. bukan hanya anak-anak dari golongan alay saja loh yang bisa narsis depan kamera, dengan berbagai gaya yang dibuat se cute mungkin. hehhe.. buktinya polwan juga bisa, kalau selama ini mereka dikenal dengan kedisiplinan dan kewibawaannya, namun didalam hati mereka kan tetep aja wanita, yang suka dengan style dan ngikut trend. asal tidak mengurangi kewibawaan mereka nantinya didepan masyrakat.

berikut beberapa foto dari seorang POLWAN yang narsis dengan kamera poselnya..






gimana..?? puas ga..??

foto-foto POLWAN cantik dan manis

forester untad blog , kalau selama ini kita menganggap aparat negara (polisi, TNI dll) itu menakutkan, bahkan kita enggan berurusan dengan mereka, itu salah banget. saya akan menampilkan beberapa foto polisi wanita ( polwan ) yang super-super cantik, manis dan menggemaskan. kalau saya pribadi sih pengen banget nih ditilang ma yang model beginian. hehhehe.. bagaimana dengan kalian..?? penasaran ? langsung di cek aja nih..






gimana..?? kira-kira kalau ada sweping yang nahannya model beginian, pada mau kabur ga..??


Jumat, 22 November 2013

laporan praktikum biologi Transpirasi tumbuhan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
            Dalam aktivitas hidupnya, sejumlah besar air dikeluarkan oleh tumbuhan dalam bentuk uap air ke atmosfir. Pengeluaran air oleh tumbuhan dalam bentuk uap air prosesnya disebut dengan transpirasi. Banyaknya air yang ditranspirasikan oleh tumbuhan merupakan kejadian yang khas, meskipun perbedaan terjadi antara suatu species dan species yang lainnya. Transpirasi dilakukan oleh tumbuhan melalui stomata, kutikula dan lentisel. Disamping mengeluarkan air dalam bentuk uap, tumbuhan dapat pula mengeluarkan air dalam bentuk tetesan air yang prosesnya disebut dengan gutasi dengan melalui alat yang disebut dengan hidatoda yaitu suatu lubang yang terdapat pada ujung urat daun yang sering kita jumpai pada species tumbuhan tertentu. Sehubungan dengan transpirasi, organ tumbuhan yang paling utama dalam melaksanakan proses ini adalah daun, karena pada daunlah kita menjumpai stomata paling banyak. Transpirasi penting bagi tumbuhan  karena berperan dalam hal membantu meningkatkan laju angkutan air dan garam mineral, mengatur suhu tubuh dan mengatur turgor optimum di dalam sel. Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel-sel mesofil kerongga antar sel yang ada dalam daun.
Dalam pengamatan ini, kita ngin mengetahui kecepatan transpirasi yang kebanyakan terjadi pada permukaan daun sera menghitung kecepatan transpirasi yang terjadi pada daun tersebut. Transpirasi dapat terjadi pada kutikula, stomata, dan lentisel. Jumlah air yang dikeluarkan melalui transpirasi pada setiap tumbuhan tidak sama dan tergantung pada banyak faktor. Transpirasi dipengaruhi baik oleh faktor luar maupun faktor dalam.
1.2. Maksud dan Tujuan
……………..

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Transpirasi
            Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata, kutikula dan lentisel . Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangna tersebut sangat kecil dibanding dengan yang hilang melalui stomata. Oleh sebab itu, dalam perhitungan besarnya jumlah air yang hilang dari jaringan tanaman umumnya difokuskan pada air yang hilang melalui stomata. Transpirasi merupakan bagian dari siklus air, dan itu adalah hilangnya uap air dari bagian tanaman (mirip dengan berkeringat), terutama pada daun tetapi juga di batang, bunga dan akar.
Permukaan daun yang dihiasi dengan bukaan yang secara kolektif disebut stomata, dan dalam kebanyakan tanaman mereka lebih banyak pada sisi bawah dedaunan. Transpirasi juga dapat mendinginkan tanaman dan memungkinkan aliran massa nutrisi mineral dan air dari akar ke tunas. Aliran massa air dari akar ke daun disebabkan oleh penurunan hidrostatik (air) tekanan di bagian atas dari tumbuhan karena difusi air dari stomata ke atmosfer. Air diserap pada akar dengan osmosis, dan semua nutrisi mineral dilarutkan perjalanan dengan melalui xilem. Lebih dari 20 % air yang diambil oleh akar dikeluarkan ke udara sebagai uap air. Sebagian besar uap air yang ditranspirasi oleh tumbuhan tingkat tinggi berasal dari daun selain dari batang, bunga dan buah.Transpirasi menimbulkan arus transpirasi yaitu translokasi air dan ion organik terlarut dari akar ke daun melalui xilem     ( Siregar. 2003: 84).
            Struktur anatomi daun memungkinkan penurunan jumlah difusi dengan menstabilkan lapis pembatas tebal relatif. Misalnya rapatnya jumlah trikoma pada permukaan daun cenderung meyebabkan lapisan pembatas udara yang reltif tidak bergerak. Stomata yang tersembunyi menekan permukaan daun sehingga stomata membuka. Udara memiliki efek penting dalam penjenuhan jumlah udara. Udara hangat membaewa lebih banyak air dari pada udara dingin. Oleh karena itu, pada saat panan volume udara akan memberikan sedikit uapa air dengan kelembaban relatif yang lebih rendah daripada saat dingin. Untuk alasan ini, tumbuhan cenderung kehilangan air lebih cepat pada udara hangat dari pada udara dingin. Hilangnya uap air dari ruang interseluler daun menurunkan kelembaban relatif pada ruang tersebut. Air yang menguap dari daun (stomata) ini menimbulkan kekuatan kapiler yang menarik air dari daerah yang berdekatan dalam daun.Beberapa penggantian air berasal dari dalam sel daun melalui membran plasma. Ketika air meninggalkan daun, molekul air menjadi lebih kecil. Hal ini akan mengurangi tekanan turgor. Jika banyak air yang dipindahkan, tekanan turgor akan menjadi nol (Anonim. 2009).
Tumbuhan seperti pohon jati dan akasia mengurangi penguapan dengan cara menggungurkan daunnya di musim panas.Pada tumbuhan padi-padian, liliacea dan jahe-jahean, tumbuhan jenis ini mematikan daunnya pada musim kemarau. Pada musim hujan daun tersebut tumbuh lagi.Tumbuhan yang hidup di gurun pasir atau lingkungan yang kekurangan air (daerah panas) misalnya kaktus, mempunyai struktur adaptasi khusus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pada tumbuhan yang terdapat di daerah panas, jika memiliki daun maka daunnya berbulu, bentuknya kecil-kecil dan kadang-kadang daun berubah menjadi duri (Sasmitamihardja. 1996: 49).
            Ruang interseluler udara dalam daun mendekati keseimbangan dengan larutan dalam fibrill sel pada dinding sel. Hal ini berarti sel-sel hampir jenuh dengan uap air, padahal banyaknya udara di luar daun hampir kering. Difusi dapat terjadi jika ada jalur yang memungkinkan adanya ketahanan yang rendah. Kebanyakan daun tertutup oleh epidermis yang berkutikula yang memiliki resistansi (ketahanan) tinggi untuk terjadinya difusi air  (Lakitan. 1993. 39).

BAB III
METODOLOGI
3.1.  Waktu dan tempat
 Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah :
Hari / tanggal   : Selasa / 12 Mei 2009
Waktu               : 14.00 – 16.00 WITA
Tempat             : Laboratorium Biologi lantai III
                            Fakultas Sains dan Teknologi
                           Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
                           Kampus II Samata-  Gowa.

3.2. Bahan dan Alat
1.      Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah botol, gunting, neraca analitik, kertas HVS, kapas dan stopwatch.
2.      Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tanaman segar yang berongga.
3.3.     Prosodur Kerja
1.      Mengisi botol dengan air kurang lebih setengahnya.
2.      Memasukkan tanaman segar yang panjangnya sekitar 40 cm dalam botol tersebut.
3.      Memberi kapas pada mulut botol untuk mencegah penguapan selain melalui tanaman.

4.      Menimbang botol bersama tanamannya dan mencatat beratnya.
5.      Setiap 30 menit, kemudian menimbangnya kembali sebanyak 3 kali.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.    Hasil Pengamatan
Berat


4.2.  Pembahasan
4.2.1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Transpirasi
A. Faktor dalam adalah:
1.      Penutupan stomata : Sebagian besar transpirasi terjadi melalui stomata karena kutikula secara relatif tidak tembus air, dan hanya sedikit transpirasi yang terjadi apabila stomata tertutup. Jika stomata terbuka lebih lebar, lebih banyak pula kehilangan air tetapi peningkatan kehilangan air ini lebih sedikit untuk mesing-mesing satuan penambahan lebar stomata Faktor utama yang mempengaruhi pembukaan dan penutupan stomata dalam kondisi lapangan ialah tingkat cahaya dan kelembapan.
2.      Jumlah dan ukuran stomata : Jumlah dan ukuran stomata, dipengaruhi oleh genotipe dan lingkungan mempunyai pengaruh yang lebih sedikit terhadap transpirasi total daripada pembukaan dan penutupan stomata.
3.      Jumlah daun : Makin luas daerah permukaan daun, makin besar transpirasi.
4.       Penggulungan atau pelipatan daun : Banyak tanaman mempunyai mekanisme dalam daun yang menguntungkan pengurangan transpirasi apabila persediaan air terbatas.
5.      Kedalaman dan proliferasi akar : Ketersedian dan pengambilan kelembapan tanah oleh tanaman budidaya sangat tergantung pada kedalaman dan proliferasi akar. Perakaran yang lebih dalam meningkatkan ketersediaan air, dari proliferasi akar (akar per satuan volume tanah ) meningkatkan pengambilan air dari suatu satuan volume tanah sebelum terjadi pelayuan permanen.
B. Faktor luar adalah :
1.      Sinar matahari
Seperti yang telah dibicarakan didepan, maka sinar menyebabkan membukanya stoma dan gelap menyebabkan tertutupnya stoma, jadi banyak sinar berarti juga mempergiat transpirasi. Karena sinar itu juga mengandung panas (terutama sinar infra-merah), maka banyak sinar berarti juga menambah panas, dengan demikian menaikkan tempratur. Kenaikan tempratur sampai pada suatu batas yang tertentu menyebabkan melebarnya stoma dan dengan demikian memperbesar transpirasi .
2.      Temperatur
Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun yang ada dalam keadaan turgor. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu 10o -20o F lebih tinggi daripada suhu udara. Pengaruh tempratur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun. Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun. Kenaikan tempratur itu sudah barang tentu juga menambah tekanan uap di luar daun, akan tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak di dalam ruang yang terbatas, maka tekanan uap tiada akan setinggi tekanan uap yang terkurung didalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas 
3.      Kebasahan udara (Kelembaban udara)
Pada hari cerah udara tidak banyak mengandung uap air. Di dalam keadaan yang demikian itu, tekanan uap di dalam daun jauh lebih lebih tinggi dari pada tekanan uap di luar daun, atau dengan kata lain, ruang di dalam daun itu lebih kenyang akan uap air daripada udara di luar daun, jadi molekul-molekul air berdifusi dari konsentrasi tinggi (di dalam daun) ke konsentrasi yang rendah (di luar daun. Kesimpulannya ialah, udara yang basah menghambat transpirasi, sedang udara kering melancarkan transpirasi. Pada kondisi alamiah, udara selalu mengandung uap air, biasanya dengan konsentrasi antara 1 sampai 3 persen. Sebagian dari molekul air tersebut bergerak ke dalam daun melalui stomata dengan proses kebalikan transpirasi. Laju gerak masuknya molekul uap air tersebut berbanding dengan konsentrasi uap air udara, yaitu kelembaban. Gerakan uap air dari udara ke dalam daun akan menurunkan laju neto dari air yang hilang. Dengan demikian, seandainya faktor lain itu sama, transpirasi akan menurun dengan meningkatnya kelembaban udara 
4.      Angin
Pada umumnya angin yang sedang, menambah kegiatan transpirasi. Karena angin membawa pindah uap air yang bertimbun-timbun dekat stoma. Dengan demikian, maka uap yang masih ada di dalam daun kemudian mendapat kesempatan untuk difusi ke luar . Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi, baik di dalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi, di bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air.
Dalam udara yang sangat tenang suatu lapisan tipis udara jenuh terbentuk di sekitar permukaan daun yang lebih aktif bertranspirasi. Jika udara secara keseluruhan tidak jenuh, maka akan terdapat gradasi konsentrasi uap air dari lapisan udara jenuh tersebut ke udara yang semakin jauh semakin tidak jenuh. Dalam kondisi seperti itu transpirasi terhenti karena lapisan udara jenuh bertindak sebagai penghambat difusi uap air ke udara di sekitar permukaan daun. Oleh karena itu, dalam udara yang tenang terdapat dua tahanan yang harus ditanggulangi uap air untuk berdifusi dari ruang-ruang antar sel ke udara luar. Yang pertama adalah tahanan yang harus dilalui pada lubang-lubang stomata, dan yang kedua adalah tahanan yang ada dalam lapisan udara jenuh yang berdampingan dengan permukaan daun. Oleh karena itu dalam udara yang bergerak, besarnya lubang stomata mempunyai pengaruh lebih besar terhadap transpirasi daripada dalam udara tenang. Namun, pengaruh angin sebenarnya lebih kompleks daripada uraian tadi karena kecendrungannya untuk meningkatkan laju transpirasi sampai tahap tertentu dikacaukan oleh kecendrungan untuk mendinginkan daun-daun sehingga mengurangi laju transpirasi. Tetapi efek angin secara keseluruhan adalah selalu meningkatkan transpirasi 
5.      Keadaan air dalam tanah
Air di dalam tanah ialah satu-satunya suber yang pokok, dari mana akar-akar tanaman mendapatkan air yang dibutuhkannya. Absorpsi air lewat bagian-bagian lain yang ada di atas tanah seperti batang dan daun juga ada, akan tetapi pemasukan air lewat bagian-bagian itu tiada seberapa kalau dibanding dengan penyerapan air melalui akar.
Tersedianya air dalam tanah adalah faktor lingkungan lain yang mempengaruhi laju transpirasi. Bila kondisi air tanah sedemikian sehingga penyediaan air ke sel-sel mesofil terhambat, penurunan laju transpirasi akan segera tampak 
Laju transpirasi dapat dipengaruhi oleh kandungan air tanah dan laju absorbsi air dari akar. Pada siang hari, biasanya air ditranspirasikan dengan laju yang lebih cepat daripada penyerapannya dari tanah. Hal tersebut menimbulkan defisit air dalam daun. Pada malam hari akan terjadi kondisi yang sebaliknya, karena suhu udara dan suhu daun lebih rendah. Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat.
4.2.2. Mekanisme Transpirasi
            Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel sel mesofil ke rongga antar sel yang ada dalam daun. Dalam hal ini rongga antar sel jaringan bunga karang merupakan rongga yang besar, sehingga dapat menampung uap air dalam jumlah banyak. Penguapan air ke rongga antar sel akan terus berlangsung selama rongga antar sel belum jenuh dengan uap air.
Sel-sel yang menguapkan airnya kerongga antar sel, tentu akan mengalami kekurangan air sehingga potensial airnya menurun. Kekurangan ini akan diisi oleh air yang berasal dari xilem tulang daun, yang selanjutnya tulang daun akan menerima air dari batang dan batang menerima dari akar dan seterusnya. Uap air yang terkumpul dalam ronga antara sel akan tetap berada dalam rongga antar sel tersebut, selama stomata pada epidermis daun tidak membuka. Aapabila stomata membuka, maka akan ada penghubung antara rongga antar sel dengan atmosfer kalau tekanan uap air di atmosfer lebih rendah dari rongga antar sel maka uap air dari rongga antar sel akan keluar ke atmosfer dan prosesnya disebut transpirasi. Jadi syarat utama untuk berlangsungnya transpirasi adalah adanya penguapan air didalam daun dan terbukanya stomata.
BAB V
PENUTUP
5.1.    Kesimpulan
1.      Kita dapat mengetahui kecepatan transpirasi yang terjadi pada tanaman yang sebagian besar terjadi pada stomata dengan cara berat akhir botol ditambah tanaman dibagi dengan LTD dan memperoleh hasil 0,032 gr/cm2/jam.
2.      Kita dapat mengetahui jumlah air yang di uapkan dalam waktu tertentu karena transpirasi dapat berlangsung karena faktor luar antara lain radiasi, temperatur, kelembaban, tekanan udara, angin dan kadar air dalam tanah. Sedangkan faktor dalam antara lain ukuran daun, tebal tipisnya daun, keadaan permukaan daun, serta jumlah dan letak stomata pada permukaan daun.
5.2.     Saran
Adapun saran saya dari praktikum ini adalah meningkatkan tingkat ketelitian kerja di dalam melakukan suatu percobaan agar hasil yang kita capai lebih maksimal, serta memperhatikan setiap arahan dari asisten agar praktikum dapat berjalan dengan lancar.
DAFTAR PUSATAKA

Anonim. 2009. Kecepatan transpirasi. http://id.org.co.//wikipedia.transpirasi.html
            Diakses tanggal 28 Mei, jam 16.00 Wita.
Benyamin, Lakitan. 1993. Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Dwijoseputro, D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Penerbit PT
Gramedia

Lakitan, B. 1993. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada

Loveless, A.R. 1991. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 1. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Tjitrosomo, S.S. 1990. Botani Umum 2. Bandung: Penerbit Angkasa

Sasmitamihardja, Drajat. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan
            Kebudayaan. Jakarta.
Siregar, Arbayah. 2003. Anatomi Tumbuhan. ITB. Bandung.