Senin, 01 April 2013

materi tentang SIG (Sistem Informasi Geografis) lengkap


Pengantar SIG (Sistem Informasi Geografis)
SIG (Sistem Informasi Geografis) seringkali disalahartikan sebagai Peta (Map).  SIG berbeda dengan Peta. Banyak pengguna (user) menggambar peta dengan software tertentu dan menganggap hal itu sebagai SIG.  
Secara garis besar bila dikaji dari istilahnya saja maka SIG berhubungan dengan sistem khususnya Sistem Informasi sedangkan Peta dapat merupakan hasil akhir dari proses SIG. 
Untuk lebih jelas, mari kita simak beberapa pengertian mendasar dari kedua istilah ini dan mengkaji lebih lanjut perbedaan dari keduanya.
Deskripsi Sistem Informasi Geografis

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, SIG adalah suatu sistem yang mampu melakukan berbagi proses yang dapat mengubah data menjadi suatu informasi yang siap digunakan untuk mengambil suatu keputusan.  Secara garis besarnya, SIG dibagi menjadi empat sub-sistem, yaitu (a) sub-sistem pemasukan data (data input), (b) sub-sistem pengelolaan data (data management) yang mencakup perbaikan (editing), pembaharuan data (updating), pemanggilan (retrieval) dan atau penyimpanan kembali (storage), (c) sub-sistem manipulasi dan analisis data, serta (d) sub-sistem keluaran (output). Secara detail, sub-sistem dari SIG dapat diuraikan sebagai berikut:
•       Koleksi data (data collection): pengumpulan data dari berbagai sumber
•       Penyimpanan (Storage): penyimpanan data secara dijital yang efisien
•       Manajemen data (management of data): mengadministrasikan dan menyusun data dalam basis data
•       Pemanggilan (Retrieval): pemanggilan data yg efisien dan mudah serta displai dengan berbagai cara
•       Konversi (conversion):  SIG dapat melakukan konversi proyeksi peta, format, rescaling dan lain-lainnya.
•       Analisis (analysis): termasuk manipulasi data untuk menghasilkan insight (understanding) dan informasi baru
•       Pemodelan (Modeling): penyederhanaan data atau dunia dan prosesnya untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya
•       Displai (dislay): penyajian data dengan berbagai cata
Dengan memperthatikan deskripsi tersebut maka SIG dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang lengkap, yang membentuk banyak fungsi-fungsi data yang terintegrasi.
Aplikasi Sistem Informasi Geografis
  1. Pelayanan emergensi (Emergency Services): Sistem informasi kejadian kebakaran dan masalah-masalah kopolisian (Fire and Police emergence services)
  2. Lingkungan (Environmental) yang mencakup masalah pemantauan dan atau pemodelan spasialnya (Monitoring and spatial modeling)
  3. Bisnis (Business), misalnya penentuan lokasi lokasi perniagaan (toko, mall, pasar swalayan), sistem pelayanan antar (delivery service system).
  4. Industri transportasi, komunikasi, pertambangan, pemasangan pipa dan layanan kesehatan (Transportation, Communication, Mining, Pipelines, Healthcare)
  5. Pemerintahan (Government), batas-batas administrasi pemerintahan beserta data statistiknya serta kemiliteran.
  6. Pendidikan, penelitian dan administrasi.
Sistem Informasi Geografis sebagai Ilmu Pengetahuan
Sejalan dengan perkembangan waktu dan ilmu pengetahuan itu sendiri, GIS saat ini mulai diinterpretasikan sebagai singkatan dari Geographic Information Science (GIScience). Istilah ini diperkenalkan oleh Bettinger dan Wing, 2004). GIScience ini mencakup identifikasi dan studi tentang hal-hal atau isu yg terkait dengan pemanfaatan SIG, yg mempengaruhi implementasinya dan muncul dari aplikasinya (Goodchild, 1992)GIScience ini tidak hanya mendorong pengguna unuk memahami manfaat dari teknologi SIG itu sendiri tetapi sekaligus mendorong pengguna untuk melihat teknologi SIG ini sebagai suatu bagian integral dari disiplin ilmu yang lebih luas, yang memajukan pemikiran-pemikiran geografis serta strategi pemecahan masalah sehingga berguna bagi masyarakat.
“GIScience is not only encourage users to understand the benefit of GIS technology but also encourages users to view the technology as part of a broader discipline that promotes geographic thinking and problem solving strategies as being useful to society (Bettinger and Wing 2004)”
Apa yang bukan SIG (Sistem Informasi Geografis)
Bisakah saudara membedakan mana yang SIG dan bukan?
Seringkali orang mengatakan bahwa peta-peta dianggap sebagai suatu SIG.
Berikut ini adalah yang bukan SIG:
  • GPS – Global Positioning System
  • Peta statis (static map) baik dalam bentuk dijital maupun hardcopy.
  • Peta-peta sering merupakan produk akhir dari suatu SIG
  • Perangkat lunak Arcinfo/Arcview/ArcGIS
Apa yang bisa dijawab oleh SIG?
Dengan keunikan SIG  yang didisain merupakan gabungan antara CAD dan basis data serta mempunyai konsep topologi, maka SIG mampu menjawab beberapa pertanyaan generik, diantaranya adalah:

1        Lokasi: untuk mengetahui lokasi keberadaan suatu fitur (feature) tertentu. Misalnya:
a)     Di Lokasi HPH mana saja lokasi kebakaran hutan atau titik-titik hot spot ditemukan?
b)     Lokasi hutan gambut ada dimana saja di Wilayah Kalimantan Tengah?
c)      Kejadian lokasi longsor ada pada koordinat berapa?

2        Ukuran (panjang, luas dan keliling):
a)     Berapa jarak antara lokasi tanah longsor dari ibu kota kecamatan A?
b)     Berapa luas lahan longsor yang terjadi
c)      Berapa kira-kira panjang batas luar suatu kawasan Taman Nasional?

3        Analisis tetangga (neighbourhood analysis)  Dengan SIG, maka dapat dilakukan analisis tetangga, yaitu:
a)     Adjacency atau contiguty, untuk mengetahui apa saja fitur atau obyek yang ada di sekitarnya.  Contoh, nama-nama desa yang berbatasan langsung dengan propinsi DKI Jakarta.  Kecamatan apa saja yang dilalui oleh ruas jalan tertentu?
b)     Connectivity, untuk mengetahui keterhubungan antara fitur yang satu dengan yang lainnya. Contoh, Apakah lokasi kebakaran hutan dapat diakses dengan jalan tertentu? 
c)      Proximity, pada radius 200 m dari sumber mata air ada apa saja?  Siapa saja pemilik lahan yang akan dibebaskan di sepanjang jalan Jakarta-Bogor pada kisaran lebar 50 meter di kiri-kanan jalan?

4        Atribut: Apa saja atribut yang dimiliki oleh suatu fetaure? Keterangan atau fakta yang menerangkan suatu feature. Ini akan sangat mudah diketahui karena semua data sapasial pada SIG terkait dengan suatu basis data, yang mempunyai record dan field (item) tertentu.

5        Mampu mengetahui kesesuaian penggunaan kawasan, atau melalukan ”query”terhadap suatu fitur yang dikehendaki.  Misalnya:
a)     Kesesuaian fungsi kawasan
b)     Mencari lokasi yang sesuai dengan penggunaan lahan untuk pembangunan bangunan tempat perkemahan yang mempunyai beberapa persyaratan sebagai berikut:
i)       Dekat dengan sumber mata air (maksimal 200 m)
ii)     Kemiringan lereng tidak boleh lebih dari 15%
iii)   Luas lahan minimal 1000 m2.
iv)    Jarak dari jalan utama maksimal 3 km

6        Bagaimana pola (pattern) keberadaan tanah longsor atau kebakaran hutan yang terjadi? Bagaimana hubungan spasialnya dengan fitur-fitur yang ada di sekitarnya?

7        Bagaimana trend (kecenderungan) suatu fitur?.  Sebagai contoh, bagaimana kecenderungan perubahan lahan yang terjadi di Kabupaten Bogor pada periode 2000 sampai dengan 2005? Bagaimana dengan intensitas kerusakannya dalam kurun waktu tertentu?

Informasi dalam SIG (Sistem Informasi Geografis)
Dalam SIG, informasi adalah jantungnya. Tanpa informasi, maka sistem dan geografis tidak akan terhubungkan.   SIG selalu berkaitan dengan keruangan (spasial), yaitu:
  • Ruang geografis
  • Ruang dari suatu obyek di permukaan bumi
  • Ruang kartografis (posisi pada peta).
  • Data yang melekat pada SIG adalah data spasial dan non-spasial (data atribut dari data spasial)
Pada KTT BUMI (EARTH CONFERENCE) tahun 1992) di Rio de Janeiro dikatakan bahwa “there is a need for better information and information system”  Apabila terjadi GAP yang tinggi antara negara maju dengan negara berkembang, maka akan semakin memperbesar jurang perbedaan antara si kaya (The Have) dengan si miskin (The Have-not).   Dalam kaitannya dengan informasi ini, SIG merupakan komponen yang utama dalam struktur informasi lingkungan.  Negara berkembang perlu informasi yang lebih baik dan reliable untuk tujuan survival dan progress.

 






di koment ya

1 komentar:

  1. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB

    BalasHapus

sehabis membaca, tinggalkan pesan anda ya.. sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya.. ok???